harap tiba tiba menyapa malam ini,
kedipnya genit — seperti kerlip kica kica.
ingin kutangkap kilaunya,
untuk kusimpan di botol kaca;
tapi ia terlalu gesit mengelak,
terlalu cepat mengepak sayap sayap mungilnya.
harap tiba tiba menyapa malam ini,
gesit mengepak sayap, ia terbang lagi.
~ ~ ~
21 oktober 2007 ; 19.23
|
2 Responses to “kerlip harap”
Leave a Reply
|
Entries (RSS)
hahahahhaha……loe lagi kangen “bebek gaul” aja bisa buat puisi…..gila kali ye…. oh ya….rapat nanti kita makan bebek aja kali yach
hihihi, bebek darmo memang layak dibuatkan puisi saking ngangeninnya
ah… aku masih mengharap diam diam…